Oleh: bantahansalafytobat | Maret 14, 2011

Perbedaan Wahabi dan Salafy


Wahabi bukan salafy

Pendiri Wahabi adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum wafat 211 H. Bukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wafat 1206 H

Sebenarnya, Al-Wahabiyah merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.

Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam.

Contohnya: Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negeri Islam.

Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari tiga faktor:

1. Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran, yang hak dikatakan bathil dan sebaliknya, keyakinan mereka bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.

2. Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.

3. Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.

Dan barangsiapa ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh Muhammad (Abdul Wahab) maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti Kitab Tauhid, Kasyfu as-Syubhat, Usul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.

Penulis: Ustadz Zainal Abidin, Lc. Dan Artikel ini sebelumnya dipublikasikan oleh Koran Republika, edisi Selasa, 25 Agustus 2009.Dipublikasi ulang oleh muslim.or.id dengan penambahan beberapa catatan kecil.

http://muslim.or.id/manhaj/wahabisme-versus-terorisme.html

FATWA AL-LAKHMI DITUJUKAN KEPADA WAHABI (ABDUL WAHHAB BIN ABDURRAHMAN BIN RUSTUM) SANG TOKOH KHAWARIJ BUKAN KEPADA SYAIKH MUHAMMAD ABDUL WAHAB

Mengenai fatwa Al-Imam Al-Lakhmi yang dia mengatakan bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij. Maka yg dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya  bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Hal ini karena tahun wafat Al-Lakhmi adalah 478 H sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yg telah wafat namun berfatwa tentang seseorang yg hidup berabad-abad setelahnya. Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum maka  dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya. Berikut Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa Al-Lakhmi hubungan antara Najd dgn Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yg diperingatkan Al-Lakhmi adl Wahhabiyyah Rustumiyyah bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. [Lihat kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.]

Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc. Syariah Manhaji 24 – Maret – 2006 20:20:30

Perbedaan Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum Dan Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab

1.Da’wah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum (Khawarij)

Khawarij adalah salah satu kelompok dari kaum muslimin yang mengkafirkan pelaku maksiat (dosa besar), membangkang dan memberontak terhadap pemerintah Islam, dan keluar dari jama’ah kaum muslimin.

Termasuk dalam kategori Khawarij, adalah Khawarij generasi awal (Muhakkimah Haruriyah) dan sempalan-sempalannya, seperti al-Azariqah, ash-Shafariyyah, dan an-Najdat –ketiganya sudah lenyap– dan al-Ibadhiyah –masih ada hingga sekarang–. Termasuk pula dalam kategori Khawarij, adalah siapa saja yang dasar-dasar jalan hidupnya seperti mereka, seperti Jama’ah Takfir dan Hijrah. Atas dasar ini, maka bisa saja Khawarij muncul di sepanjang masa, bahkan betul-betul akan muncul pada akhir zaman, seperti telah diberitakan oleh Rasulullah.

“Pada akhir zaman akan muncul suatu kaum yang usianya rata-rata masih muda dan sedikit ilmunya. Perkataan mereka adalah sebaik-baik perkataan manusia, namun tidaklah keimanan mereka melampaui tenggorokan Maksudnya, mereka beriman hanya sebatas perkataan tidak sampai ke dalam hatinya – red. Mereka terlepas dari agama; maksudnya, keluar dari ketaatan – red sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Maka di mana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah! Karena hal itu mendapat pahala di hari Kiamat.” (HR. Al Bukhari no. 6930, Muslim no. 1066)

Lihat kelengkapannya Di sini

http://alqiyamah.wordpress.com/2008/06/22/khawarij-bahaya-laten-bagi-kaum-muslimin/

2. Da’wah Syaikh Muhammad Abdul Wahhab (Ahlussunnah Wal Jama’ah)

Alangkah baiknya kami paparkan terlebih dahulu penjelasan singkat tentang hakikat dakwah yang beliau serukan. Karena hingga saat ini ‘para musuh’ dakwah beliau masih terus membangun dinding tebal di hadapan orang-orang awam, sehingga mereka terhalang untuk melihat hakikat dakwah sebenarnya yang diusung oleh beliau.

Syaikh berkata,

“Segala puji dan karunia dari Allah, serta kekuatan hanyalah bersumber dari-Nya. Sesungguhnya Allah ta’ala telah memberikan hidayah kepadaku untuk menempuh jalan lurus, yaitu agama yang benar; agama Nabi Ibrahim yang lurus, dan Nabi Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Alhamdulillah aku bukanlah orang yang mengajak kepada ajaran sufi, ajaran imam tertentu yang aku agungkan atau ajaran orang filsafat.

Akan tetapi aku mengajak kepada Allah Yang tiada sekutu bagi-Nya, dan mengajak kepada sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah diwasiatkan kepada seluruh umatnya. Aku berharap untuk tidak menolak kebenaran jika datang kepadaku. Bahkan aku jadikan Allah, para malaikat-Nya serta seluruh makhluk-Nya sebagai saksi bahwa jika datang kepada kami kebenaran darimu maka aku akan menerimanya dengan lapang dada. Lalu akan kubuang jauh-jauh semua yang menyelisihinya walaupun itu perkataan Imamku, kecuali perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena beliau tidak pernah menyampaikan selain kebenaran.” (Kitab ad-Durar as-Saniyyah: I/37-38).

“Alhamdulillah, aku termasuk orang yang senantiasa berusaha mengikuti dalil, bukan orang yang mengada-adakan hal yang baru dalam agama.” (Kitab Muallafat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab: V/36).

Lihat kelengkapannya di sini

http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-1.html

http://muslim.or.id/manhaj/buku-putih-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahab-2.html

http://muslim.or.id/aqidah/inilah-aqidah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab.html

Jadi ternyata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab bukan wahabi dan wahabi bukan dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Akan tetapi Wahabi dari Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum

Demikian pula ternyata Salafy bukan wahabi dan wahabi bukan Salafy karena berbeda dalam Aqidah dan Manhaj

Dan negara Kerajaan Saudi Arabia bukan negara wahabi. Akan tetapi Negara Islam yang Bermanhaj Salaf

Dan Jika Kami (Salafi) Masih dituduh Wahabi maka saksikanlah kami adalah (Salafi) Wahabi yang Bermanhaj Salaf

About these ads

Responses

  1. dimana-mana wahabi sama saja haus darah…

    • Wahabi mungkin iya , tapi klo salafy jauh kali…

      • wahabi ganti nama salafi ya…?

  2. assalamu’alaikum akhi
    semoga Allah memudahkan langkah akhi, mohon jawaban …ini pertanya kaum mubtadi’ pada ana:Muhammad Alawy Mtp
    Ane kumpulkan ulang semuanya menjadi 40 pembahasan,
    Ayo Kpd Wahabi Yang
    merasa paling pinter,paling
    alim,paling hebat dan sdh mencapai
    mujtahid,ane mau nanya

    ﺃﻥ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻭﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ
    ﺿﻼﻟﺔ ﻭﻛﻞ ﺿﻼﻟﺔ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺎﺭ
    Dlm kalimat ini memuat 40
    pembahasan
    yg blm terbuka

    1.insya tholabi
    2.insya goiru tholabi
    3.musnad
    4.musnad ilaih
    5.hazfu muhdhaf
    6.qoshar
    7.idhofi
    8.haqiqi
    9.fashal
    10.ijaz
    11.ithnab
    12.janas

    13.maudhu’
    14.mahmul
    15.muqaddam
    16.taali
    17.muqaddimah shugro
    18.muqaddimah kubro
    19.qiyas murakkab
    20.aksul mustawi
    21.tanaqudh
    22.had tam
    23.had naqish
    24.rasm tam
    25.rasm naqish
    26,alfazh
    27.kulliyah mujabah
    28.juz-iyah mujabah
    29.syikil
    30.penggabungan semuanya
    31.Terakhir baru NATIJAH

    Tambahan lg supaya gak salah dlm pemaknaan

    32.kullu kpd muhdatsah itu
    idhofat apa?
    33.kullu kpd bid’ah itu idhofat
    apa?
    34.kullu kpd bid’ah itu idhofat
    apa?
    35.muhdatsah itu mashdar
    apa?
    36.bid’ah itu mashdar apa?
    37.dholalah itu mashdar apa?
    38.hurup jar pada finnar
    bima’na apa?
    39.fi itu muta’alliq nya
    kemana?
    40.bagaimana penyatuan
    beberapa jumlah mubtada’
    khabar pd 3 jumlah itu

    Jazakallah atas jawabannya

    • dalam memahami teks dalil, maka jangan mendahulukan bahasa, namun bagaimana pemahaman salafussholih. sebagaimana ibnu katsir dlm menjelaskan metodoligi tafsir Al-Qur’an yaitu :
      1. Ayat ditafsiri ayat
      2. Ayat ditafsiri hadits shohih
      3. ayat ditafsiri perkataan sahabat
      4. baru jika tidak didapati, menggunakan bahasa.

      • tanpa bahasa bagaimana mungkin admin bisa memahami teks dalil…? meskipun Ayat ditafsiri ayat, Ayat ditafsiri hadits shohih , ayat ditafsiri perkataan sahabat , kalo gak ngerti bahasanya gimana…? kalo admin gak bisa jawab pertanyaan mas dzulqornain bilang aja saya tidak tahu ok…?

    • saudara Zulkarnain Elmadury saya masih awam dalam bahasa, kira2 bisa dijelaskan dari sisi bahasa yang anda tanyakan dalam memahami hadits tersebut. Supaya saya juga bisa cross sheck, sekalian ditampilkan perkataan ulama Ahli bahasa (baik dari shahabat maupun ulama setelahnya) berkaitan dengan pembahsan tersebut, dan apakah ada ulama terdahulu yang membahasnya secara mendetail dari sisi bahasa seperti itu?
      Kalo tidak salah diantara yang menjadi rujukan adl Ibnul Hayyan An Nahwu, Imam Asy Syafi’i juga pernah dikatakan bahwa dalam setiap penyampaiannya selalu menngunakan gaya bahasa Al Quran n Hadits, dan Ulama2 lain yang mungkin bisa disampaikan yang merupakan rujukan dan pakar dalam bahasa, hadits, Ushul,dsb. Sehingga disini jelas maknanya, kemudian apakah para shahabat dan ulama2 terdahulu ketika langsung menafsirkan hadits2 tersebut tidak menyampaikan pembahasan sisi bahasa sehingga menghasilkan penafsiran yang berbeda beda? maaf terlalu banyak permintaannya, sekalian ditambahkan studi keotentikan setiap perkataan Shahabat dan Ulama2 tersebut apabila ingin menukil, bukan hanya sekedar ditulis riwayat “si Fulan”, karena ada beberpa artikel yg saya baca belum tentu lama yg mengeluarkan atau menukil perkataan shahabat berarti menyatakan bhw perkataan tsb shahih namun bisa saja ditempat lain dia sudah menelitinya atau diserahkan kepada pemabaca, sehingga kalo bisa ditulis misalnya semacam “perkataan ini diriwayatkan dari si fulan dari sifulan, dengan sanad yang shahih, dishahihkan oleh Imam Bukhari dalam ktabnya ……, Maaf agak panjang dan banyak permintaannya karena agar kita semua bisa mengambil manfaatnya dan supaya nampak kebenaran tersebut. Jazakallah khairan katsiro.

  3. Ketika aku putuskan untuk beramal sesuai AlQuran & Sunnah dengan faham As Salafush Shaleh, Akupun dipanggil Wahabi
    Ketika aku minta segala hajatku hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’ala tidak kepada Nabi & Wali .… Akupun dituduh Wahabi

    Ketika aku meyakini Alquran itu kalam Ilahi, bukan makhluq …. Akupun diklaim sebagai Wahabi
    Ketika aku takut mengkafirkan dan memberontak penguasa yang dzalim, Akupun dipasangi platform Wahabi

    Ketika aku tidak lagi shalat, ngaji serta ngais berkah di makam-makam keramat… Akupun dijuluki Wahabi
    Ketika aku putuskan keluar dari tarekat sekte sufi yang berani menjaminku masuk surga… Akupun diembel-embeli Wahabi

    Ketika aku katakan tahlilan dilarang oleh Imam Syafi’i
    Akupun dihujat sebagai Wahabi
    Ketika aku tinggalkan maulidan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah ajarkan … Akupun dikirimi “berkat” Wahabi

    Ketika aku takut mengatakan bahwa Allah subhaanahu wa ta’ala itu dimana-mana sampai ditubuh babipun ada… Akupun dibubuhi stempel Wahabi
    Ketika aku mengikuti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjangkan jenggot, memotong celana diatas dua mata kaki, …,…., Akupun dilontari kecaman Wahabi

    Ketika aku tanya apa itu Wahabi…?
    Merekapun gelengkan kepala tanda tak ngerti
    Ketika ku tanya siapa itu wahabi…?
    merekapun tidak tahu dengan apa harus menimpali

    Tapi…!
    Apabila Wahabi mengajakku beribadah sesuai dengan AlQuran dan Sunnah… Maka aku rela mendapat gelar Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku hanya menyembah dan memohon kepada Allah subhaanahu wa ta’ala … Maka aku Pe–De memakai mahkota Wahabi !

    Apabila Wahabi menuntunku menjauhi syirik, khurafat dan bid’ah… Maka aku bangga menyandang baju kebesaran Wahabi !
    Apabila Wahabi mengajakku taat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam … Maka akulah pahlawan Wahabi !

    Ada yang bilang.…. Kalau pengikut setia Ahmad shallallahu ‘alaihi wa sallam digelari Wahabi, maka aku mengaku sebagai Wahabi.
    Ada yang bilang….. Jangan sedih wahai “Pejuang Tauhid”, sebenarnya musuhmu sedang memujimu, Pujian dalam hujatan….!

    Orang mau bilang wahabi ke, Salafy ke…yang penting aku bukan orang tasawuf/sufisme sesat yang melakukan bid’ah dimana-mana, aku bukan orang Ikhwanul Muslimin yang haus darah yang selalu menghunus pedang, aku bukan orang Hijbuth Tahrir yang selalu berdemo soal jihad tapi pengecut terhadap medan jihad yang sebenarnya, aku bukan orang syiah yang sesat dengan tidak mengakui abu bakar sebagai khalifah, aku tidak mau terjebak oleh permainan Jaringan Islam Liberal yang selalu bicara soal liberal dan pluralisme yang ujung-ujungnya menyesatkan dan menjadi atheis…Sungguh mereka yang sesat-sesat itu adalah anjing-anjing penghuni neraka……Aku bangga dengan pemahaman ulama-ulama Salafush Sholih…..yang tetap berjalan lurus sesuai Quran dan Hadits.

    • annisa segera tinggalkan Faham wahabi , sungguh seluruh ciri aliran sesat ada di wahabi , meskipun dibungkus nama ” salafi “

      • tolong sebutkan kriteria sesat itu apa saja..?

      • kalo admin mau tahu kriteria “sesat” klik aja situs Ummati Press.com anda akan tahu semua ciri-ciri kesesatan dan semuanya ada di wahabi yang sekarang ngaku salafi , bahkan ngaku Ahlu sunnah.

        aku tunggu di Ummati press

      • dalil yang dipaksakan / dipas-pasin tapi jauh panggang dari api. blog tsb. hanya fitnah dan jauh dari fakta.. anda hanya taklid dg tulisan2 di dunia maya tanpa tabyun dan mencari kebenaran sendiri. silahkan anda angkat 1 per 1 masalah kemudian kita bahas disini..

      • Bismilah.
        Dimana-mana biang keroknya adalah SYI”AH LAKNATULLOH. Tidak usah banyak bicara, mari kita cermati video kekejaman mereka kepada orang2 sunni di sini : http://haulasyiah.wordpress.com/2012/01/19/pembataian-sadis-ahlussunnah-oleh-syiah-rafidhah/
        Jangan kita layani bualan KAUM PENDUSTA, yang mempunyai keyakinan bahwa berbohong (taqiyah) itu adalah ibadah

    • @annisa
      ane orang yg awam banget,tapi alhamdulillah masih ada yg lebih awam dr ane.he..he,,

    • @annisa..
      puisi yang bagus, ijin copas ya.. jazakillahu khoiron.

  4. Manhaj Salaf as-shalihin itu seperti apa sih……?

  5. @Bantahansalafytobat: sudahlah akhi…akhi tidak usah cape-cape dan melelahkan diri akhi untuk meladeni perkataan orang yang bertanya namun bukan untuk mencari kebenaran sebagaimana di atas….tapi malah kekeuh mencari pembenaran di atas manhaj yang dia anut. Maaf yah, saya tidak su’uzhan dengan berkata “bukan untuk mencari kebenaran sebagaimana di atas”…karena kalo memang orang yang berkata itu betul-betul mencari kebenaran, niscaya respon yang diberikan tidak sebagaimana yang tertera di atas itu.

    @Annisa: betul, betul…saya sangat setuju dengan Anda.

    • Na’am,, baiknya Akh Admin tidak usah meladeni org yg penuh rasa dengki.. biarlah mereka berjalan diatas pemahamannya, yg penting kita sdh menasehati dan meluruskan.
      Cukup bwt antum mas Admin menjalankan sunnah Rasul u/ saling nasehat-menasehati, dan mngajak kepada kebaikan.
      Semoga Allah Ta’ala memberikan kebaikan dan Rahmat-Nya kepada kita semua, amin

  6. benar sekali, cukuplah kita menyampaikan saja dalil sahih,
    mau di ikuti alhamdulillah kalau tidak ya ga apa-apa
    toh kita sdh melaksanakan kewajiban kita dgn menyampaikannya,
    hidayah itu datangnya dari Allah Subhanahu wa ta’ala
    jadi jgn dipaksakan!

  7. Benar akhi…kaum kuburiyyun, kaum sufi, dan kaum habaib di Indonesia masih kesulitan menemukan aqidah mereka sendiri. Semuanya bercampur jadi satu.

    Jangan diladeni mereka, cukup sampaikan dan bantah dengan cara menghadirkan dalil yang shahih, Syukron

  8. assalamu’alaikum..
    salam kenal semua, sy pengunjung baru. sy merasa bersyukur bisa menemukan blog ini. karena sudah lama sy dipusingkan dengan blog salafy tobat yang (menurut saya) menyebarkan fitnah dan kebencian terhadap pejuang-pejuang tauhid yang sabar, semangat dan ikhlas meniti sunnah Rosululloh SAW.

  9. mash bnyk yang diurusi oleh agama ini,mri qt tngglkn slng mhujat antar klompok,mari qt rapatkan barisan menumpas kedzaliman2 modern,sperti,kesyirikan,kemiskinan,pemurtadan,kemaksiatan,dll.
    mrilah antar klompok2 yg berbeda qt berfastabi’ul khoirot aj.

  10. Assalamu’alaikum.
    Alhamdulillah tulisannya menambah pengetahuan ana,
    tuk @dmin ana ucapkan jazakumollah khoiran katsiro…..

  11. Kontradiktif…!!! artikel di atas ko beda yah sm yg terjadi di lapangan…??? Kalo emang Wahabi yg dimaksud adalah Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum, kenapa juga orang2 yang mengaku bermanhaj Salafi tapi juga bangga disebut Wahabi yg jelas2 disebut sebagai Khawarij…..???
    silahkan dikroscek sm diri sendiri dan teman2 antum, benarkah Salafi sama dengan Wahabi….???

    • maksud mereka adlah … “jika aku mengamalkan sunnah kemudian di cap “wahabi”, maka aku adlaah “wahabi”, jika aku mencintai tauhid, membenci syirik dan bid’ah kemudian dg itu aku dikatakan wahabi, maka aku “wahabi”. jika wahabi adalah mereka yang berusaha mengikuti manhaj salafusholih, maka aku rela di cap wahabi”..
      anda faham makna tulisan di atas..?

  12. muhammad ibn abdul wahab adalah manusia biasa. wahabi ada julukan yg diberikan orang-orang kpd siapa sj yg sejalan dgn seruan muhammad ibn abdul wahab. jika muhammad bin abdul wahab meneru manusia untuk taat kepada AllahSWT, Muhammad SAW dan Ulil Amri minkum, maka tidak ada yg salah dengan beliau. sebagaimana penyeru lainnya, muhammad bin abdul wahab tidak memerlukan pembelaan, tdk memerlukan pengikut, tdk memerlukan organisasi. yg diinginkan muhammad bin abdul wahab adalah agar ummat Islam itu taat kpd perintah Allah SWT, Muhammad SAW, dan ulil amri minkum. saat dikubur, di alam barzah, manusia jg hanya akan ditanya ttg Allah SWT, Nabi, Kitab. bukan ttg organisasi massanya, bukan ttg ulama’nya, bukan ttg organisasi thoriqohnya, bukan ttg seberapa ta’dzim kepada kyainya. segala Puji hanya bagi Allah SWT. Nabi Muhammad jg tidak berhak untuk dipuji. haram bagi setiap manusia memuji Nabi Muhammad. apapun alasannya. haram bagi manusia memuji Malaikat. Haram bagi setiap manusia memuji Makhluk Allah SWT. Namun Allah SWT telah berbaik hati, sehingga memberikan kesempatan bagi manusia untuk membacakan sholawat, memohon agar Allah memrikan keberkahan, dan keselamatant kpd Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim. …. dikirim oleh: Rusdarmawan, Madrasah Wathoniyah islamiyah, Petanahan.

  13. salafytobat@ syukran ya ,atas infonya…,semangat ya akhi…
    anisa@ saya sngt setuju anda…,

  14. Mas Zulqornain elmadury hadanalloh…..kalau Ente pengen belajar lughoh n pengen yang detail penjelasannya…tempatnya bukan disini….coba ente datang ke ma’had-ma’had salafy nanti ente diajarain banyak insyaAlloh tentang permasalahan yang ente tanyakan di atas sama ustdadz..semoga Alloh memberi taufiq pada kita…

  15. izin copas ya akhi,assalamu’alaikum,jazakallah khoiron


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 39 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: