Oleh: bantahansalafytobat | September 26, 2011

Bagi yang tidak mengimani bahwa Allah diatas langit, diatas ‘arsy diatas semua mahluknya, TOLONG PERTANYAAN INI DIJAWAB..


1. ”Apakah kamu merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit, bahwa Ia akan menenggelamkan ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) bergoncang ?” (Al-Mulk : 16)

Pertanyaan : Siapakah DZAT yang di atas langit tsb ?

2. ”Mereka (para Malaikat) takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka, dan mereka mengerjakan apa-apa yang diperintahkan”. (An-Nahl : 50).

Pertanyaan : Siapakah Tuhan mereka yang berada di atas mereka ?

3.”Wahai Isa ! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku” (Ali Imran : 55). Artinya : ”Tetapi Allah telah mengangkat dia (yakni Nabi Isa) kepada-Nya” (An-Nisa’ : 158).

Pertanyaan : mengangkat itu dari mana ke mana ? berarti Yang mengangkat dimana ?

3.Artinya : ”Dan berkata Fir’aun : Hai Haman! Buatkanlah untukku satu bangunan yang tinggi supaya aku (dapat) mencapai jalan-jalan. (Yaitu) jalan-jalan menuju ke langit supaya aku dapat melihat Tuhan(nya) Musa, karena sesungguhnya aku mengira dia itu telah berdusta”. (Al-Mu’min : 36-37. Al-Qashash : 38).

Pertanyaan : kira-kira apa yang dikatakan Musa as kpd fir’aun sehingga fir’aun membuat bangunan yang tinggi supaya dapat menuju ke langit supaya dapat melihat Tuhan(nya) Musa ?

4. Nabi kita SAW telah bersabda : Artinya : ”Orang-orang yang penyayang, mereka itu akan disayang oleh Allah Tabaaraka wa Ta’ala (Yang Maha berkat dan Maha Tinggi). oleh karena itu sayangilah orang-orang yang di muka bumi, niscaya Dzat yang di atas langit akan menyayangi kamu”. (Shahih. Diriwayatkan oleh Imam-imam : Abu Dawud No. 4941. Ahmad 2/160. Hakim 4/159. dari jalan Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash. Hadits ini telah dishahihkan oleh Imam Hakim dan telah pula disetujui oleh Imam Dzahabi.

”Barangsiapa yang tidak menyayangi orang yang dimuka bumi, niscaya tidak akan di sayang oleh Dzat yang di atas langit”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Thabrani di kitabnya ”Mu’jam Kabir No. 2497

Pertanyaan : Siapakah Dzat yang di atas langit yang dimaksud?

5. ”Tidakkah kamu merasa aman kepadaku padahal aku orang kepercayaan Dzat yang di atas langit, datang kepadaku berita (wahyu) dari langit di waktu pagi dan petang”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim 3/111 dan Ahmad 3/4 dari jalan Abu Sa’id Al-Khudry).

 Pertanyaan : Siapakah Dzat yang di atas langit yang dimaksud?

6. ”Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya ! Tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya (bersenggama), lalu sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang di atas langit murka kepadanya sampai suaminya ridla kepadanya ”.(Shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim 4/157 dari jalan Abu Hurarirah).

Pertanyaan :  Siapakah Dzat yang di atas langit yang dimaksud?

7. ”Silih berganti (datang) kepada kamu Malaikat malam dan Malaikat siang dan mereka berkumpul pada waktu shalat shubuh dan shalat ashar. Kemudian naik malaikat yang bermalam dengan kamu, lalu Tuhan mereka bertanya kepada mereka, padahal Ia lebih tahu keadaan mereka : ”Bagaimana (keadaan mereka) sewaktu kamu tinggalkan hamba-hamba-Ku ? Mereka menjawab : ”Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka dalam keadaan shalat”. (Shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari 1/139 dan Muslim 2/113 dll).

Pertanyaan : kemana malaikat pergi menghadap Tuhannya?

8. ”Jabir bin Abdullah telah meriwayatkan tentang sifat haji Nabi dalam satu hadits yang panjang yang didalamnya diterangkan khotbah Nabi SAW di padang ‘Arafah : ”(Jabir menerangkan) : Lalu Nabi SAW mengangkat jari telunjuknya ke arah langit, kemudian beliau tunjukkan jarinya itu kepada manusia, (kemudian beliau berdo’a) : ”Ya Allah saksikanlah ! Ya Allah saksikanlah ! ( Riwayat Imam Muslim 4/41).

Pertanyaan : Kenapa Nabi SAW mengangkat jari telunjuknya ke arah langit ?

9. Umar bin Khatab pernah mengatakan : Artinya : ”Hanyasanya segala urusan itu (datang/keputusannya) dari sini”. Sambil Umar mengisyaratkan tangannya ke langit ” [Imam Dzahabi di kitabnya ”Al-Uluw” hal : 103. mengatakan : Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)].

Pertanyaan : Kenapa Umar mengisyaratkan tangannya ke langit?

10. Anas bin Malik menerangkan : Artinya : ”Adalah Zainab memegahkan dirinya atas istri-istri Nabi SAW, ia berkata : ”Yang mengawinkan kamu (dengan Nabi) adalah keluarga kamu, tetapi yang mengawinkan aku (dengan Nabi) adalah Allah Ta’ala dari ATAS TUJUH LANGIT”. Dalam satu lafadz Zainab binti Jahsyin mengatakan : ”Sesungguhnya Allah telah menikahkan aku (dengan Nabi) dari atas langit”. (Riwayat Bukhari juz 8 hal:176).

Pertanyaan : dimanakah Allah menurut Zainab ?

Pertanyaan bonus :

Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada seorang budak perempuan milik Mua’wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu’awiyah : Artinya : ”Beliau bertanya kepadanya : ”Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan : ”Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : ”Siapakah Aku ..?. Jawab budak itu : ”Engkau adalah Rasulullah”. Beliau bersabda : ”Merdekakan ia ! .. karena sesungguhnya ia mu’minah (seorang perempuan yang beriman)”.. Hadits shahih. Dikeluarkan oleh Jama’ah ahli hadits, diantaranya : 1. Imam Malik (Tanwirul Hawaalik syarah Al-Muwath-tho juz 3 halaman 5-6). 2. Imam Muslim (2/70-71) 3. Imam Abu Dawud (No. 930-931) 4. Imam Nasa’i (3/13-14) 5. Imam Ahmad (5/447, 448-449) 6. Imam Daarimi 91/353-354) 7. Ath-Thayaalis di Musnadnya (No. 1105) 8. Imam Ibnul Jaarud di Kitabnya ”Al-Muntaqa” (No. 212) 9. Imam Baihaqy di Kitabnya ”Sunanul Kubra” (2/249-250) 10. Imam Ibnu Khuzaimah -Imamnya para Imam- di Kitabnya ”Tauhid” (hal. 121-122) 11. Imam Ibnu Abi ‘Aashim di Kitab As-Sunnah (No. 489 di takhrij oleh ahli hadits besar Muhammad Nashiruddin Al-Albanni). 12. Imam Utsman bin Sa’id Ad-Daarimi di Kitabnya ”Ar-Raddu ‘Alal Jahmiyyah” (No. 60,61,62 halaman 38-39 cetakan darus Salafiyah). 13. Imam Al-Laalikai di Kitabnya ”As-Sunnah ” (No. 652).

Pertanyaan :

1.      Apakah jawaban budak tsb “Allah Di atas langit” dibenarkan oleh Nabi ?

2.      dengan keyakina bahwa Allah Di atas langit, budak tsb termasuk berakidah benar (mukminah) apa sesat ?

Dalil-dalil diatas adalah dari Al-Qur’an dan As-Sunnah…!

HANYA ADA DUA PILIHAN :

1.      engkau beriman dg apa yang dikatakan Allah dan Rasulnya dengan mengucapkan sami’na wa ato’na dan engkau akan selamat,

2.      engkau ingkari ayat dan hadits tsb, engkau dustakan dan berani membantah kalamulloh


Responses

  1. Siapakah DZAT yang di atas langit tsb ?

    Allah diatas langit, adalah ungkapan ketinggian Allah atas kekuasaan dan kekuatan serta ketinggian derajat dan kedudukan, bukan tempat dan arah.

    Siapakah Tuhan mereka yang berada di atas mereka ?

    Allah, karena kedudukan dan kekuasaan serta pengaturan Allah ada diatas mereka/mahlukNya.

    mengangkat itu dari mana ke mana ? berarti Yang mengangkat dimana ?

    Mengangkat nabi Isa ke hadirat kekuasaanNya.

    kira-kira apa yang dikatakan Musa as kpd fir’aun sehingga fir’aun membuat bangunan yang tinggi supaya dapat menuju ke langit supaya dapat melihat Tuhan(nya) Musa ?

    Musa mengatakan Tuhanku yang diatas langit, hanya Fir aun salah tafsir dan menyangka Allah bertempat di langit.

    kemana malaikat pergi menghadap Tuhannya?

    Malaikat pergi menghadap tuhan dengan caranya, dan manusia menghadap tuhan dengan sholat dan berdoa atau berzikir.

    Kenapa Nabi SAW mengangkat jari telunjuknya ke arah langit ?

    Langit adalah tempat turunnya malaikat menyampaikan wahyu dan simbol kebesaran dan keagungan Allah.

    Kenapa Umar mengisyaratkan tangannya ke langit?

    Langit adalah tempat turunnya malaikat menyampaikan wahyu dan simbol kebesaran dan keagunagn Allah.

    dimanakah Allah menurut Zainab ?
    tidak bertempat

    1. Apakah jawaban budak tsb “Allah Di atas langit” dibenarkan oleh Nabi ?

    Dibenarkan, karena nabi tahu begitulah cara budak itu menunjukkan pemahamannya akan keimanannya atas kebesaran dan keagungan Allah.

    2. dengan keyakina bahwa Allah Di atas langit, budak tsb termasuk berakidah benar (mukminah) apa sesat ?

    berakidah benar karena hanya itulah kemampuan mereka untuk menunjukkan wujud Allah. Orang awam atau anak-anak kecil ketika mengucapkan/mengisyaratkkan hal tersebut sangat ditoleransi oleh syariat, tidak dianggap bid`ah apalagi kafir, akan tetapi dipahami perkataan mereka dengan makna majaz, bahwa maksud mereka adalah ketinggian Allah Yang Maha Kamal tidak sama dengan semua makhluq! Apakah mungkin orang-orang yang berilmu akan berdalil dengan perbuatan orang awam dan anak-anak?!

    • Maaf mas diant, komentar anda sangat banyak sedangkan waktu saya sangat terbatas untuk menanggapi komentar anda, maka komen anda saya munculkan satu-satu sekalian tanggapannya Insya Allah agar diskusi tidak melebar dan focus.

      Saya mulai dari bawah :
      Anda katakan : 1. Apakah jawaban budak tsb “Allah Di atas langit” dibenarkan oleh Nabi ?
      Dibenarkan, karena nabi tahu begitulah cara budak itu menunjukkan pemahamannya akan keimanannya atas kebesaran dan keagungan Allah.
      2. dengan keyakina bahwa Allah Di atas langit, budak tsb termasuk berakidah benar (mukminah) apa sesat ?
      berakidah benar karena hanya itulah kemampuan mereka untuk menunjukkan wujud Allah.
      Saya katakan :
      Apakah maksud anda bahwa sebenarnya jawaban budak itu salah/kurang ??
      Apakah maksud anda bahwa nabi membiarkan jawaban budak tsb padahal sebenarnya salah ??
      Jika anda menganggap bahwa jawaban budak tsb salah tapi justru nabi membenarkan bahkan dihadapan sahabat lain, bahkan menjadikannya tanda kelurusan imannya, berarti anda sama saja MENUDUH NABI SALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM TIDAK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR, anda menuduh nabi membiarkan kemungkaran bahkan kesesatan terjadi didepanyya, bukankah tugas nabi untuk memberi penjelasan ?
      NAUDZUBILLAH !! bertaubatlah wahai saudaraku..!
      Apakah anda akan mengatakan bahwa budak tersebut (padahal dia seorang sahabiyah) orang awam sedangkan engkau lebih berilmu darinya ?!!

      Maka kita katakan :
      1. Jawaban budak tsb dijadikan oleh nabi sbg tanda benarnya keimanan, dan (mafhum mukholafahnya) jawaban selain itu yang mengingkari Allah diatas langit sebagai tanda rusaknya keimanan.
      2. Demikianlah akidah yang dipegang oleh semua sahabat bahkan sampai seorang budakpun tahu dimana Allah Ta’ala, dan akidah mereka dibenarkan oleh nabi. Lantas apakah mas dianth kalah sama budak ??!!
      3. Agama ini sesuai dg fitrah, manusia yg masih memiliki fitrah akan meyakini bahwa Tuhan mereka diatas. Hanya mereka yang telah kehilangan fitrahnya yang tidak meyakininya. Masak kalah sama anak kecil ?

      KIRA-KIRA apa yang terjadi jika mas dianth ditanya nabi kemudian jawabanya muter2 tidak seperti yang dikatakan sahabat tsb ?

      Menurut mas dianth, salahkah seseorang jika ditanya dimana Allah dia menjawab : DIATAS LANGIT (meniru jawaban budak), atau d : ISTIWA’ DIATAS ARSY (seperti disebutkan dalam Al-Qur’an)…?
      – JIka anda katakana : ya jawaban mereka benar, MAKA SELESAILAH SUDAH MASALAH SAMPAI DISINI !!
      – JIka anda katakan benar tapi jangan diserupakan dengan mahluk, diatas tidak sama dengan diatasnya mahluk, istiwa tidak sama dengan istiwa nya mahluk, Yad tidak sama dengan ad mahluk, Wajah tidak sama dengan wajah mahluk dsb.. MAKA INIPUN SELESAI MASALAH, karena ketahuilah bahwa ahlussunnah sekali-kali tidak pernah menyerupakah dengan mahluk. Anda saja yang selalu memfitnah bahwa ahlussunnah itu tasbih/tasjim sebagaimana nenk moyang anda jahmiyah, mu’tazilah dan cucunya asy ariyah yg selalu menuduh ahlussunnah sebagai mutasyabihah…!!
      Ketahuilah, bahwa menerima dan mengimani lafadz bukan berarti dan otomatis harus tasbih atau tasjim, anda kayaknya susah amat memahami ini !! ketahuilah bahwa ahlussunnah pertangahan antar mujasimah dan mu’atilah (jahmiyah dkk)
      – Jika engkau katakana : JAWABANNYA SALAH, TAPI JAWABLAH : ALLAH TANPA TEMPAT DAN ARAH …
      Maka Apakah anda akan menyelahkan orang yang sudah dibenarkan jawabannya oleh nabi..??!! apakah anda akan menyelahkan orang yang mengatakan sebagai mana yang tertulis dalam Al-Qur’an ??!!

      Kita katakana : lafadz jawaban yg anda sarankan, apakah ada dalam Al-Qur’an.? Apakah dijelaskan oleh nabi ?? jika tidak maka lebih selamat mana orang yang mengatakan sesuatu yang ada nash nya dengan orang yang mengatakan sesuatu tanpa nash dan hanya berdasarkan akal semata !! meskipun secara akal dan logika benar (menurut anda,) tapi bukankah kita sebaiknya mengatakan apa yang diajarkan dan tidak mengatakan apa yang tidak diajarkan dan bersikap diam ??!!

      Anda katakan :
      “Langit adalah tempat turunnya malaikat menyampaikan wahyu”
      Jawaban anda justru mengutaaaakan bahwa Allah diatas langit, dan malaikat turun setelah menerima wahyu. Namun tafsir anda ini apakah tafsir anda pribadi padahal anda bukan ahli tafsir ?

      Anda katakan :
      “Musa mengatakan Tuhanku yang diatas langit” DUHAI SEANDAINYA ANDA KATAKAN SEPERTI APA YANG DIKATAKAN OLEH NABI MUSA ‘ALAIHISSALAM ..??!!

      Anda katakan :
      Siapakah Tuhan mereka yang berada di atas mereka ?
      Allah, JAWABAN ANDA BENAR !!
      Wah kalau ujian anda harus remidi karena hanya beberapa yang benar..


Kategori

%d blogger menyukai ini: