Oleh: bantahansalafytobat | September 26, 2011

Metode Imam Ahmad bin Hambal dalam Membantah Ahlul Bid’ah (PENTING !), SILAHKAN TERAPKAN..


Ketika muncul fitnah “AL-Qur’an mahluk”, Imam ahmad sampai dipenjara karena mempertahankan akidah ahlussunnah wal jama’ah yaitu Al-Qur’an kalamullah, bukan mahluk. (Paham Al-Qur’an mahluk adalah paham jahmiyah yang diikuti mu’tazilah, mereka menafikan semua sifat Allah, diantaranya sifat kalam, juga mengingkari sifat istiwa di atas ‘arsy dan semua sifat Allah ditolak!! alasan mereka jika menerima sifat Allah maka akan menyerupakan dengan mahluk, padahal menerima sifat Allah tidak otomatis menyerupakan dengan mahluk, karena ahlussunnah disamping menerima sifat, juga tidak tasbih (menyerupakan dg mahluk), tidak ta’til (menolak) dan tidak takyif (menanyakan bagaimana). maka kalam Allah sempurna sesuai dengan keagungan-Nya tidak sama dengan mahluk, istiwa Allah sesuai dengan keagungan-Nya, tidak sama dengan mahluk).

dikisahkan oleh Imam Al-Aajuri

Suatu hari Imam Ahmad rohimahulloh dipanggil raja, Al-Watsiq, untuk berdebat dengan tokoh mu’tazilah, Ibnu Abi Duwad. maka terjadilah dialog antara Imam Ahmad dengan Ibnu Abi Duwad :

*) Imam Ahmad : katakan padaku, tentang perkara yang engkau propagandakan kpd manusia (yaitu Al-Qur’a itu mahluk), apakah termasuk perkara yang di dakwahkan Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam..?

*) Ibnu Abi Duwad : Tidak !

*) Imam Ahmad : Apakah termasuk perkara yang didakwahkan Abu Bakar As-Sidiq radhiallahu ‘anhu ?

*) Ibnu Abi Duwad : Tidak !

*) Imam Ahmad : Apakah termasuk perkara yang didakwahkan Umar bin KHottob radhiallahu ‘anhu ?

*) Ibnu Abi Duwad : Tidak !

*) Imam Ahmad : Apakah termasuk perkara yang didakwahkan Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu ?

*) Ibnu Abi Duwad : Tidak !

*) Imam Ahmad : Apakah termasuk perkara yang didakwahkan Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhu ?

*) Ibnu Abi Duwad : Tidak !

*) Imam Ahmad : Suatu perkara yang tidak di dakwahkan oleh Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam, tidak pula Abu Bakar As-Sidiq, Umar bin KHottob, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib radhiallahu ‘anhum lalu kamu dakwahkan kepada manusia ??

Tidak bisa tidak anda harus katakan : Mereka (Nabi dan sahabat) tahu atau tidak mengetahui.

Jika anda katakan : Mereka mengetahui namun tidak mendakwahkannya, maka cukup bagi kita semua apa yang cukup bagi mereka yaitu tidak menyuarakannya !

Jika anda katakan : mereka tidak mengetahui, tetapi sayalah yang mengetahui, maka sungguh celaka anda !! Nabi dan sahabatnya tidak tahu tapi engkau mengakui mengetahuinya !!

Almuhtadi (anak raja) berkata : saya lihat ayahku langsung berdiri dan masuk ke dalam haira, ia tertawa sambil menutup wajahnya dengan bajunya sambil berkata : benar juga, mau Tidak mau kita harus katakan : Mereka (Nabi dan sahabat) tahu atau tidak mengetahui.

Jika kita katakan : Mereka mengetahui namun tidak mendakwahkannya, maka cukup bagi kita semua apa yang cukup bagi mereka yaitu tidak menyuarakannya.

Jika kita katakan : mereka tidak mengetahui, tetapi sayalah yang mengetahui, maka sungguh celaka kita !! Nabi dan sahabatnya tidak tahu tapi kita mengakui mengetahuinya !!

kemudian berkata : Hai Ahmad bin Abi Duwad ! maka ibnu Abi Duwad menghampirinya,

kemudian raja berkata : Berilah syaikh ini nafkah dan keluarkan ia dari negeri kita !

Dalam riwayat Adz-Dzahabi dikatakan : Maka jatuhlah pamor Ibnu Abi Duwad dalam pandangan ayahku, dan beliau tidak pernah lagi menguji orang dengan keyakinan sesat tsb (keyakinan Al-QUr’an sebagai mahluk).

diambil dari buku : madarikun nadhor fii siyasah, (edisi Indonesia : Pandangan tajam terhadap politik) Syaikh Abdul malik Ramadhan Al-Jazairi

Catatan :

Inilah metode Imam ahlussunnah Ahmad bin Hambal dalam membantah ahlussunnah :

Ia tanya, apakah kayakinan kalian itu, Nabi dan para sahabat tahu atau tidak?

*) jika dikatakan mereka tahu, tapi mereka tidak mengerjakan, tidak mengatakannya, maka tidak perlu kita mengatakan apa yang tidak dikatakan oleh mereka, tidak perlu kita melakukan apa yang tidak mereka lakukan.

*) jika jawabannya : mereka (nabi dan sahabt) tidak tahu, maka dia lancang !! karena menganggap dirinya lebih alim dari nabi dan sahabat !

maka metode ini bisa digunakan untuk membantah subhat2 lain dari ahlul bid’ah.

Contoh : kita katakan kepada yang mendakwahkan : Allah tidak bertempat, tidak diatas, tidak dibawah, tidak dialam, tidak diluar alam..

Kita tanya, apakah kayakinan kalian itu, Nabi dan para sahabat tahu atau tidak?

*) jika dikatakan mereka tahu, tapi mereka tidak mengatakan, maka tidak perlu kita mengatakan apa yang tidak dikatakan oleh mereka,

*) jika jawabannya : mereka (nabi dan sahabt) tidak tahu, maka dia lancang !! karena menganggap dirinya lebih alim dari nabi dan sahabat !

SEMOGA BERMANFAAT, BAROKALLAHU FIIKUM..


Kategori

%d blogger menyukai ini: